Rabu, 20 April 2011

Memories Of Nasyid


Al ardu lana, wa qudsu lana, Allahu bi kuwwatihi lana… (alquds)

Nasyid AlQuds muncul sekitar akhir 80-an seiring dengan meledaknya kembali gerakan intifadhah di Palestina. Taon 1992, di negeri kita Snada pertama kali ngenalin "cara nyanyi" akapela mirip-mirip Boyz II Men. Waktu itu mereka rada nyontek dikit lagu "In The Stillness of The Night" yang diubah jadi "Tahajjud". Lagu yang dibawain Snada di balairun UI itu dianggap sebagai alternatif hiburan kesenia Islam yang waktu itu emang cekak banget. Setelah itu, Snada ngembangin sendiri tekni bernasyid mereka. Peran musisi Dwiki Dharmawan, pelatih vokal Snada, nggak bisa dibilang kecil. Snada menjadi ikon sukses grup nasyid di Indonesia.

Ada juga Izzatul Islam (biasa disebut Izzis) yang muncul sekitar taon 1994 dengan mengambil jenis nasyid yang full of semangat en ngebangkitkan ruhiyah yang mendengarnya. Izzis ngeluarin beberapa album. Yang paling heboh adalah album "Kembali" (1999) en "Marching-Out" (2001). Selebihnya, entah kenapa nasyid-nasyid Izzis seperti kehilangan "daya bunuh", datar-datar aja.

Setelah Snada dan Izzis, hampir bisa dibilang nggak ada lagi grup nasyid yang bisa mewakili musik Islam sesungguhnya. Emang muncul nama-nama seperti Gradasi, Ngek, Mentari, Tarbiyah, Ruhul Jadid (yang ini disebut sebut Cuma "nerusin" konsep Izzis) dan lainnya. Jangan juga dilupain Bestari yang personilnya semua akhwat dan dikondangi oleh Asma Nadia yang penulis beken itu.

Malaysia termasuk paling hebat dalam melahirkan grup-grip nasyid jempolan. Yang paling kentara adalah Raihan, mulai dikenal taon 1994 dengan albumnya "Puji-pujian". Dibandingin dengan siapapun, Raihan jelas ngetop abis diseluruh dunia. Bahkan jika dibandingin dengan Yusuf Islam (dulu bernama Cat Steven) asal Inggris sekalipun. Raihan satu-satunya grup nasyid yang udah tur keliling dunia dan pernah mentas di hadapan Ratu Inggris. Di belakang Raihan, Negeri Jiran kemudian mengenalkan Hijjaz, Diwani, Brother, Rabbani dan lainnya, yang semuanya belum menawarkan jenis nasyid yang baru.

Dulu nasyid di pake sebagai pembangkit ghirah (semangat) juang para mujahid di medan perang. Isi syairnya nggak ada yang mendayu-dayu, dan Cuma di dendangkan ala kadarnya. Kalopun pake alat musik paling Cuma duff (sejenis rebana) doang. Ya, kayak Al Quds di atas. Sekarang, batasan nasyid jadi nggak jelas banget. Ada yang pake gitar dan isinya cinta-cintaan melulu. Ada juga yang dibikin ngerapa kayak Soldier of Allah (SOA- yang ini produk Amrik). Nggak boleh ? Wallohu 'alam.

Yang pasti, kita musti ngembaliin posisi nasyid itu ke tempat aslinya, yaitu sebagai media untuk semakin ngedeketin diri kepada Allah swt. Nah, sekarang kebayang nggak, gimana kalo band-band sejenis Gigi, Jamrud, atawa Edane ngebawain lagu-lagu islami atawa sholawat dengan vokal yang sangar, jingkrak-jingkrakan, raungan gitra dan suara drum yang menghentak-hentak? (Saad) 


http://farhatinasyid.multiply.com/journal/item/22

Langkah-Langkah Merakit PC


  1. Sebelum memulai, ucapkan terlebih dahulu Dulu kalimat Basmalah.
  2. Persiapkan semua peralatan dan perangkat yang dibutuhkan.
  3. Buka tutup casing dengan posisi terbaring.
  4. Pasangkan power supply ke ruang/tempat yang sudah tersedia di bagian belakang atas casing, kencangkan dengan sekrup.
  5. Siapkan motherboard, masukan ke dalam casing kemudian kencangkan dengan sekrup di bagian-bagian tertentu.
  6. Buka pengunci processor, masukan processor dengan tidak menyentuh bagian bawah processor dan memperhatikan petunjuk tanda segi tiga pada processor, lalu oleskan Thermal Grease pada permukaan processor, kemudian tutup pengunci processor.
  7. Pasangkan heatsink dan Fan di atas processr, kemudian kencangkan pengunci heatsinknya.
  8. Masukan socket power supply pada motherboard, lalu masukan socket fan ke soket yang tersedia di motherboard.
  9. Selanjutnya buka tuas pengunci RAM, lalu masukan RAM dengan memperhatikan celah yang terdapat di bawah kaiki RAM, tekan RAM tuas pengunci terkunci dengan benar.
  10. Masukan HDD dan Optic drive ke ruang yang tersedia pada bagian depan casing, Pasangkan kabel data jika ATA masukan ke slot IDE, jika SATA masukan ke slot SATA yang terdapat pada mainboard, lalu pasangkan kabel power yang tersedia pada power supply.
  11. Masukan Kabel USB Port pada bagian depan casing kepada socket yang tersedia di mainboard.
  12. Masukan kabel tombol power on/off dan reset kepada socket yang tersedia pada mainboard.
  13. Masukan kabel lampu indicator power dan HDD kepada socket yang tersedia di mainboard.
  14. Masukan VGA card pada slot POI atau AGP pada bagian pada bagian belakang casing, lalu kencangkan dengan sekrup di bagian atas VGA card.
  15. Masukan sound card ke slot POI pada bagian belakang casing, lalu kencangkan dengan sekrup di bagian atas sound card.
  16. Setelah semua terpasang dengan papih, kemudian tutup kembali casing dan kencangkan sekrup-sekrupnya lalu posisikan berdiri.
  17. Setelah selesai ucapkanlah kalimat  Hamdalah.

Rabu, 13 April 2011

Wawancara Mengenai Budaya Di Tasikmalaya


Kesimpulan dari wawancara dan observasi ke MTS N Cilendek kota Tasikmalaya. Ada pendapat bahwa sekolah adalah sebagai salah satu sarana penerapan budaya di kalangan remaja di Tasikmalaya, Tapi sayangnya karena kembali lagi pada dirinya masing-masing maka dapat di tarik kesimpulan bahwa lama kelamaan budaya di Indonesia khususnya di Tasikmalaya sudah mulai terlupakan. Dapat di ambil contoh pada pelaksanaan upacara adat pada saat perpisahan kelas 3, sekarang sekolah-sekolah sudah mulai menghilangkannya dan lebih memilih BAND yang merupakan budaya modern di Indonesia. Tapi bukan berarti kita harus ketinggalan jaman, sebaiknya kita harus mahir dan bisa beradaptasi di budaya modern dan tanpa melupakan budaya tanah air kita.